Assalamu'alaikum!

Bagaimana kabarmu hari ini?

Terbarukan, setelah lama vakum....

dhanzsity.blogspot.com adalah blog yang bersifat nirlaba dan independen. Berusaha mempublikasikan objek-objek wisata dengan objektif. Nah, semoga membantu dalam segala kebaikan!!! Thank you!!!

Foto-foto di dalam blog ini sebagian besar adalah foto pribadi yang diambil menggunakan berbagai jenis kamera. Bagi yang menginginkan foto ini dan menggunakannya, harap mencantumkan sumbernya (blog ini). Terima kasih.

(c)2012 Ardhani Aji Saputra

Minggu, 17 Januari 2010

Gong, Gong, Gong, Gua Gong


“Dari pelarutan yang menetes-netes, stalagtit dan stalagmit basah menggantung tinggi hingga ujung kepala. Dan dua orang bernama Mbah Noyosemito dan Mbah Joyorejo—pada 1924—menemukan suara-suara ada di dalam sebuah gua.”

Sejak dibuka ulang pada Maret 1995 (oleh orang-orang bernama Wakino, Suramin, Paino RT, Suparni, Suyudi, Paino GR, Misno, dan Suyatno), pamor gua ini melejit seiring gema dan gaung suara di dalamnya. Para wisatawan baik local maupun tidak-lokal (maksudnya wisman, he he he) menjadi tertarik karena namanya, Goa Gong.

Ya, Gua Gong memiliki nama sesuai fungsi sekundernya, yaitu bisa ditabuh dan berbunyi seperti gong. Gua yang memiliki rute wisata ± 300 meter ini, memiliki beberapa tiang pipih yang bisa menghasilkan getaran hingga bunyi. Karena setiap tiang memiliki kepipihan yang berbeda, maka jika ada tiga tiang pipih berdekatan, bunyinya bisa menyerupai solmisasi tangga nada. Wah.

Gua ini masih aktif meneteskan – mengalirkan cairan berkapur yang pastinya akan membangun bentuk-bentuk tiang yang lebih atraktif dan menarik pada keempat ruangan utamanya. Kita lihatpat saja. Oh ya, di salah satu ruangan terdapat tulisan, Dilarang Masuk Ruangan Ini. Mungkin ada jalan menuju tempat lain di dalamnya.

Nah, bagi kalian parapenikmat seni alam, tinggal melaju saja ke Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan (Pasar Punung belok kiri, hehehe). Yah, kira-kira kurang dari 1 jam dari kota untuk sampai di gua ini. Cukup membayar Rp 4.000,00 untuk pengunjung dewasa. Oh ya, di sekitar kawasan terdapat Pasar Batu Akik khas, dan tentunya oleh-oleh terjangkau lainnya. Selamat mencoba!!! (dhanzsity)

Rabu, 13 Januari 2010

Karang Kates, Malang

Wah, mungkin lampu di kos-ku berasal dari tenaga bendungan ini ya? Ya, ini adalah salah satu penghasil tenaga listrik di beberapa bagian Kabupaten Malang. Waduk ini menggerakkan turbin untuk generator penghasil gaya listrik.
Suasana di tempat ini gukup ramai karena tempat ini juga didukung oleh sarana pariwisata. Untuk masuk ke kawasan ini cukup membayar Rp 500,00 - Rp 1.000,00! Bagi yang ingin memasuki kawasan 'di dalam pagar' harap rogoh kocek Rp 7.000,00. Cukup murah bukan?
Nah, mau tunggu apa lagi!!! Cepat bersiap! Karena di dekat kawasan ini dapat juga dikunjungi Stasiun BMKG Karang Kates dan dapat dilihat berbagai alat dan sistem pemantau cuaca, iklim, dan fenomena lain di bumi.

Senin, 11 Januari 2010

Stay in Dry


Menariknya bentang alam denudasional berikut ini. Dapatkan fotonya di tempat, yaitu di Ponorogo. Perjalanan yang menyenangkan.